Memasuki tahun 2026, antusiasme masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah umroh terus meningkat seiring dengan kemudahan akses digital dan kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi (Nusuk). Namun, bagi Anda yang baru pertama kali merencanakan perjalanan ini, memahami cara daftar umroh seringkali terasa membingungkan.
Artikel ini akan mengupas tuntas seluruh proses pendaftaran umroh secara substansial, tanpa filler, agar Anda bisa fokus pada persiapan spiritual.
1. Memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang Terakreditasi
Langkah awal dalam cara daftar umroh bukan langsung membuat paspor, melainkan menentukan mitra travel yang amanah. Di Indonesia, Travel Umroh wajib memiliki izin PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) dari Kementerian Agama RI.
Memeriksa Legalitas melalui Aplikasi Pusaka
Jangan mudah tergiur dengan harga murah yang tidak masuk akal. Pastikan travel tersebut terdaftar di sistem SISKOPATUH. Pilihlah travel yang memiliki reputasi baik dalam menangani jemaah, memiliki kantor fisik yang jelas, dan jadwal keberangkatan yang pasti.
Transparansi Fasilitas dan Biaya
Travel yang kredibel akan memberikan rincian harga yang mencakup:
Tiket pesawat pulang-pergi (PP).
Visa umroh dan asuransi kesehatan di Saudi.
Akomodasi hotel (jarak hotel ke Masjidil Haram/Masjid Nabawi).
Transportasi bus selama di Arab Saudi.
2. Persyaratan Dokumen Administratif Terbaru 2026
Setelah memilih travel, langkah selanjutnya dalam cara daftar umroh adalah melengkapi dokumen. Pada tahun 2026, proses ini sudah banyak yang terintegrasi secara digital.
Pembuatan Paspor dengan Nama Sesuai Aturan
Paspor adalah identitas utama Anda di luar negeri. Untuk umroh, paspor harus berlaku minimal 8 bulan sebelum keberangkatan.
Nama di Paspor: Meskipun aturan 3 suku kata sudah tidak wajib secara kaku di beberapa imigrasi, sangat disarankan nama Anda di paspor minimal terdiri dari 2 suku kata untuk mempermudah penerbitan visa (Contoh: Ahmad Zaki).
E-Paspor vs Paspor Biasa: Penggunaan e-paspor sangat disarankan di tahun 2026 karena mempermudah proses auto-gate di bandara internasional.
Dokumen Pendukung Lainnya
Kartu Keluarga (KK) & KTP: Asli dan fotokopi untuk verifikasi data di travel dan Kemenag.
Buku Nikah: Wajib bagi pasangan suami istri (pasutri).
Akta Kelahiran: Wajib bagi jemaah anak-anak atau wanita di bawah usia tertentu yang berangkat tanpa mahram (sesuai kebijakan visa yang berlaku).
3. Prosedur Kesehatan dan Vaksinasi Wajib
Kesehatan adalah pilar utama agar ibadah Anda lancar. Cara daftar umroh tidak lengkap tanpa memenuhi regulasi kesehatan internasional.
Vaksinasi Meningitis (Buku Kuning/E-ICV)
Meski sempat ada pelonggaran, regulasi terbaru tahun 2026 kembali menekankan pentingnya profilaksis bagi jemaah umroh dari Indonesia.
Daftar vaksinasi melalui portal SatuSehat.
Lakukan vaksinasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) atau rumah sakit yang ditunjuk.
Pastikan data vaksin Anda terinput ke dalam sistem digital agar bisa ditarik untuk keperluan penerbitan visa.
Vaksinasi Tambahan dan Screening Kesehatan
Mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang sering terjadi, sangat disarankan untuk melakukan Medical Check-Up (MCU) mandiri, terutama bagi lansia atau jemaah dengan penyakit bawaan (comorbid).
4. Alur Pembayaran dan Sistem Keuangan Umroh
Bagaimana mekanisme transaksi yang aman? Berikut adalah alur standar dalam cara daftar umroh agar Anda terhindar dari penipuan.
Pembayaran Uang Muka (Down Payment)
Setelah mendaftar, Anda akan diminta membayar DP (biasanya berkisar Rp5.000.000 - Rp10.000.000). Pastikan pembayaran dilakukan ke rekening resmi atas nama perusahaan travel, bukan rekening pribadi staf.